DUCATI MENERAPKAN EFEK GROUND YANG BIASA ADA PADA MOBIL F1

 Ducati meluncurkan aero terbarunya di tes Qatar - apakah pabrikan Italia ini menggunakan downforce untuk meningkatkan cengkeraman menikung? Apakah ini merupakan inovasi terbaru pada area kinerja aerodinamika MotoGP? 

Insinyur Formula 1 yang dihormati, John Barnard pernah di tanya tentang apa yang akan dia lakukan pada desain MotoGP jika diberikan anggaran besar seperti anggaran F1? 

Pria yang memperkenalkan sasis komposit serat karbon dan gearbox semi-otomatis ke F1 ini baru-baru saja menyelesaikan proyek MotoGP 'King' Kenny Roberts' yang telah dikerjakannya selama beberapa tahun, di mana dia tidak pernah memiliki sumber daya untuk menjelajahi area kinerja yang ingin dia dalami.

Aerodinamika MotoGP adalah bidang yang membuat Barnard terpesona karena ilmu pengetahuan yang sangat maju di F1 hampir sama sekali tidak pernah menyentuh motor. 

Mobil F1 tetap dpat menikung derngan cepat karena downforce aerodinamis yang juga dikenal dengan nama efek ground, yang menggunakan tekanan rendah antara mobil dan lintasan balap untuk menyedot mobil ke aspal, menghasilkan cengkeraman yang sangat besar.

Hal ini membuat Barnard bertanya-tanya apakah dia juga bisa menggunakan efek ground ini untuk menciptakan lebih banyak cengkeraman pada motor MotoGP. “Saat Anda berbicara tentang kemiringan 60 derajat kemiringan, Anda memiliki banyak fairing yang hampir menyentuh tanah, jadi apa yang dilakukannya dan apa yang bisa dilakukannya adalah pertanyaan besar,” Ucap Barnard. 

Bagi kebanyakan orang, pola pikir ini mungkin terasa aneh sebab bentuk kendaran roda dua tentu saja memiliki perbedaan yang sangat mendasar dengan kendaraan roda empat.

Mike Sinclair dan Warren Willing berpendapat bahwa kontrol traksi motor MotoGP tidak akan sebagus kontrol traksi F1 sebab Sepeda motor dinilai jauh lebih rumit daripada mobil karena  memiliki bentuk yang ramping apalagi bentuk dan ukuran roda terus, terkadang roda depan terangkat, terkadang roda belakang mengudara dan begitu seterusnya. Warren Willing mengatakan,"Sepeda motor balap lebih seperti jetfighter daripada mobil".

Namun pada akhirnya sains membuktikan Sinclair dan Willing salah. Ternyata efek ground ini dapat diterapkan pada motor MotoGP, menciptakan lebih banyak cengkeraman untuk kecepatan tikungan yang lebih cepat dan pada akhirnya memberikan waktu putaran yang lebih cepat. 

Sekarang Ducati adalah raja aerodinamika MotoGP. Ini tentu saja merupakan berita MotoGP yang sangat besar bagi dunia inovasi motoGP. 

Gigi Dall'Igna dan insinyur dinamika kendaraannya telah menghabiskan lima musim terakhir untuk mengembangkan bodywork yang dirancang untuk mengurangi wheelies, untuk memungkinkan pengendara menggunakan lebih banyak throttle saat keluar dari tikungan, dan meningkatkan stabilitas pengereman yang memungkinkan pengendara untuk melakukan pengereman nantinya.

Aero Ducati yang baru diluncurkan di Qatar pada akhir pekan lalu menunjukkan bahwa Ducati sekarang sedang menjajaki area aerodinamika lainnya. Pertanyaan besarnya adalah: apakah Ducati mengejar efek ground untuk meningkatkan grip saat menikung?